Demokrasi Kita: Idealisme dan Realitas Serta Unsur yang memperkuatnya

“Demokrasi hanya berjalan kalau disertai rasa tanggung jawab. Tidak ada demokrasi tanpa tanggung jawab. Dan, demokrasi yang melewati batasnya dan meluap menjadi anarki akan menemui ajalnya dan digantikan sementara waktu oleh diktator.”
― Mohammad Hatta,

Selamat Pagi Intelektual Muda Gadjah Mada!

Hidup Mahasiswa!

Bung Hatta telah mengingatkan kita bahwa demokrasi hanya berjalan kalau disertai rasa tanggung jawab! Tidak ada demokrasi tanpa tangung jawab, kawan! Tanggung jawab bersifat proaktif. Bukan sekedar menunggu apalagi pasif. Tanggung jawab adalah berani memulai, berinisiatif dan menanggung segala jawab akibatnya.
Lanjutkan membaca Demokrasi Kita: Idealisme dan Realitas Serta Unsur yang memperkuatnya

Iklan

Konsep “Mayoritas Minoritas” Perlu Diubah!

Saya pikir paradigma minoritas mayoritas kurang baik untuk dijadikan cara pandang dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.

Dalam kewajiban bela negara misalnya, saya pikir kewajiban ini adalah milik semua rakyat. tidak ada pernyataan bahwa masyarakat mayoritas memiliki kewajiban lebih dalam mengemban tugas ini dari pada kaum minoritas.

Begitu pula dengan hak-hak warga negara. Setiap warga negara berhak memperoleh hak-haknya yang telah dijamin undang-undang. Tidak ada pernyataan bahwa kaum mayoritas memiliki hak lebih daripada minoritas.

Kalau dia warga negara, ya sudah dia berhak mendapatkan keduanya. Setiap warga negara berhak untuk mendapatkan jaminan keamanan ketika dia beribadah, berhak untuk bekerja tanpa rasa khawatir, berhak untuk mendapat persamaan perlakuan di depan hukum.

Gampangnya sih gini, “Lha wong kewajiban sama kok ada yang minta hak lebih hanya karena merasa jumlahnya lebih banyak/lebih sedikit?”. Saya masih ingat dengan pernyataannya Pak Anies Baswedan, “Negeri ini tidak dibangun untuk melindungi mayoritas atau minoritas, Negeri ini dibangun untuk melindungi segenap rakyatnya.”

#SalamSetara

-Quthub Muhammad, Kader HMI Peternakan UGM